Kabar apa yg kau bawa lewat gemuruh.
Pagi-pagi tukang roti mengabarkan hari
yang sejak tadi memasuki musim hujan.
Kau hanya menggeliat, lalu masuk kembali kedalam selimut wol.
Kerap kali kemudian
hanya kantuk yang menandai
perubahan raut mukamu.
Adakah yang masih kita perlukan, selain kebersamaan yang menahun?
Ada, jawbmu secepat kilat. Padahal di luar cuaca tak terlalu bersahabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar